13
Jun
11

BATIK FRAKTAL : KOLABORASI ANTARA SAINS DAN SENI

Batik dan fraktal adalah dua konsep yang berbeda. Batik merupakan suatu kesenian sedangkan fraktal adalah suatu konsep matematika yang berbicara tentang iterasi dan self-similarity. Kombinasi keduanya menghasilkan suatu konsep baru yaitu batik fraktal, suatu konsep penciptaan desain batik menggunakan fraktal. Penggunaan fraktal pada batik bukanlah suatu kebetulan. Hariadi (2007) berhasil membuktikan bahwa batik pada dasarnya mengandung fraktal, pembuktian ini dilakukan dengan menganalisis dimensi fraktkal batik menggunakan metode box-counting dan transformasi fourier. Secara umum, dimensi didefinisikan sebagai berikut:

(1)

Jika Z adalah gambar dengan ukuran M x N dengan nilai untuk setiap pixel-nya adalah , maka Transformasi Forier Z adalah:

(2)

(3)

Nilai dari tiap pixel didefinisikan dengan nilai G:

(4)


Nilai untuk tiap-tiap W dikelompokkan dalam parameter sudut m dan jarak n dengan koorinat sehingga diperoleh:

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

Langkah selanjutnya adalah mendefinisikan pola batik untuk membangkitkan desain batik sebagai berikut:

Didefinisikan Batik B : {ornament utama, isen}

Rapport adalah unit terkecil dari pola atik. Sehingga jika rapport dapat terbentuk maka pola lengkap dari batik telah selesai. Misalkan G adalah suatu geometri dasar, Г adalah suatu aturan yang mentransformasi g menjadu ornament O dari suatu batik.

Г (g ) = O

Г : g O

Misalkan F adalah algoritma untuk mengubah G menjadi isen untuk ornament utama O

F (g,O ) = I

F : g X O I

Akibatnya, algoritma untuk menciptakan rapport dapat didefinisikan sebagai suatu cara untuk menempatkan isen pada ornament utama

R = R (O,I )

Sehingga untuk suatu pola batik yang terdiri dari beberapa rappor dengan pengaturan tertentu dapat ditulis sebagai

B =B (R)

Algoritma Г & F untuk menciptakan ornament utama O dan isen dibangkitkan dengan menggunakan L-System dan terdiri dari variable (V), symbol (S), axiom (ω) dan rule (P). secara formal dapat ditulis sebagai

G ={ V,S, ω,P}

Kehadiran fraktal pada batik telah menginspirasi Yun Hariadi, Muhamad Lukman dan Nancy Margaret untuk mengembangkan desain batik berdasarkan pola tradisional dan rumus fraktal. Salah satu produk unggulan mereka adalah software jBatik, sebuah software yang dirancang untuk membangkitkan motif batik menggunakan L-System.

Gambar 1    Tampilan jBatik v 2.0. panel sebelah kanan adalah tempat untuk menulis L-System

Beberapa contoh desain batik yang dibanggitkan menggunakan jBatik :



3 Responses to “BATIK FRAKTAL : KOLABORASI ANTARA SAINS DAN SENI”


  1. September 17, 2011 at 3:34 am

    keren…mau dunk softwarenya???dmn donlodnya?

  2. 2 tatum
    October 20, 2011 at 7:07 am

    Bagaimana algoritma perhitungan rapportnya? Mohon infonya ya… Penting soalnya…

  3. 3 fitria amathonthe
    March 8, 2012 at 4:50 am

    kalo mau belajar lebih lanjut masalah ini bisa dapat source dimana? atau buku referensinya dimana?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


1_502554913l

Current CO2 Level in the Atmosphere

yang sudah mampir

  • 200,745 gamatika-ers

Kategori Tulisan

No Smoking

Lagi Online

Arsip

June 2011
M T W T F S S
« May   Jul »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

%d bloggers like this: