06
Jun
11

MEMPERBAIKI RODA PEREKONOMIAN NTB DENGAN METODE SURPLUS KONSUMEN DAN SURPLUS PRODUSEN UNTUK MENCAPAI KESEIMBANGAN PASAR

MEMPERBAIKI RODA PEREKONOMIAN NTB DENGAN METODE SURPLUS KONSUMEN DAN SURPLUS PRODUSEN UNTUK MENCAPAI KESEIMBANGAN PASAR

(MULYADI (G1D 008 018))

 

  1. ANALISISI dan SINTESIS
    1. Analisis

      Menurut data di BPS (Badan Pusat Statistik) NTB di peroleh daftar harga barang sebagaimana ditunjukkan pada tabel 1 dan tabel 2 dan selengkapnya terlampir sebagai berikut:

      Tabel 1. Daftar harga barang di bidang peternakan (data analisis fungsi permintaan)

No  

Nama Barang  

Harga satuan (Rp) 

keterangan 

Th 2006 

Th 2007 

 

Kerbau lumpur jantan 

2.700.000 

2.350.000 

Tinggi 90-110

 

Kerbau lumpur betina  

2.500.000 

2.050.000 

Tinggi 105-110

 

Ternak kuda jantan 

37.000

32.750 

Biaya karantina

 

Ternak kambing lokal jantan 

13.000 

12.500 

Biaya pengangkutan

 

Tternak kambing kacang betina 

420.000 

310.000 

 
 

Alat beternak  

4.500 

3.825 

Venoject tube 10 ml

   

2.500 

1.375 

Venoject holder

 

Alat beternak  

75.000 

62.600 

Spuit europlex

 

Bahan –bahan  

10.000 

6.000 

aquades

 

Bahan-bahan 

9.500 

7.000 

Rodaton 100 ml

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2008

 

Tabel 2. Daftar harga barang di bidang peternakan (data analisis fungsi penawaran)

No 

Nama barang  

Harga satuan (Rp) 

keterangan

Th 2006 

Th 2007 

 

Ternak sapi bali jantan 

2.500.000 

2.825.000 

 
 

Ternak kuda jantan 

1.850.000 

2.000.000 

 
 

Ternak kuda jantan 

4.000 

5.250 

pemeliharaan 

 

Ternak kambing lokal jantan 

1.000

2.000 

Biaya pemeliharaan 

 

Ternak kambing kacang jantan

350.000 

360.000 

 
 

Alat vaksinasi SE dan anthrak 

53.750 

57.500 

Spuit europlex 

 

Alat vaksinasi SE dan anthrak 

110.000 

111.975 

Thermos es  

 

panto vitamin injektion 

22.500 

30.000 

 
 

Vaksin SE 

1’250 

1.350 

 
 

Alkohol 70% 

33.250 

35.000 

 

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Dengan menggunakan estimasi penjualan 1000 pertahunnya dan peningkatan sebesar 500 tiap tahunnya di peroleh beberapa fakta yang terjadi selama satu tahun sebagaimana yang ditunjukkan hasil analisis dengan integral sebagai berikut:

  • Tingkat Kepuasan Produsen dan Konsumen Pada Hewan Ternak

    Penyusunan persamaa fungsi permintaan dengan sampel kerbau lumpur jantan pada tabel 1

Dik :                

            

Dit: f(Q)=P….?

Solusi

    



                (fungsi permintaan)

Penyusunan persamaa fungsi penawaran dengan sampel Sapi Bali Jantan pada tabel 2.

Dik:         

        

Dit: f(Q)=P….?

Solusi



                    (fungsi penawaran)

 

Titik seimbang, yaitu jumlah barang yang diminta () pada fungsi permintaan sama dengan jumlah barang yang ditawarkan pada fungsi penawaran dan biasa dinotasikan dengan

dan






P= 2.596.296,2963

 

SURPLUS KONSUMEN (CS)



= f(Q)

Menentukan Q0 terlebih dahulu, jika po(harga keseimbangan)= 2.596.296,2963, dengan substitusi po=p,maka diperoleh



Q=1148,148

 


CS=1148,148=461.385.459,53

 

SURPLUS PRODUSEN (PS)



= f(Q)







  • Analisis Keseimbangan Konsumen dan Produsen Pada Alat-Alat Pendukung Peternakan

    Dalam hal ini digunakan sampel berupa Spuit Europlexs 1 dan Spuit Europlex 2

    Spuit Europlex 1 dalam pencarian fungsi permintaan

Dik :                

        

Dit: f(Q)=P….?

Solusi

 



            (fungsi permintaan)

 

Menentukan fungsi penawaran

Spuit europlex 2 dalam pencarian fungsi penawaran

Dik :            


Dit: f(Q)=P….?

Solusi



                (fungsi penawaran)

 

Memformulasikan fungsi keseimbangan

dan






P=59.946

SURPLUS KONSUMEN (CS)



= f(Q)

Menentukan Q0 terlebih dahulu, jika po(harga keseimbangan)= 59.946, dengan substitusi po=p,maka diperoleh



Q=1607


CS= 96.067.745,6

 

SURPLUS PRODUSEN (PS)



= f(Q)







  • Analisis Sampel Penjualan Obat-Obatan Hewan Ternak

    Dalam hal ini, diambil sampel Rodaton 100ml dan Ronto Injektion dengan ketentuan yang telah tergambar pada data BPS yang ditunjukkan oleh tabel 1 dan 2 sebagai berikut

Rodaton 100ml sebagai variabel menentukan fungsi permintaan

Dik :                


 

Dit: f(Q)=P….?

Solusi


 


(fungsi permintaan)

 

Variabel penentuan fungsi permintaan dari variabel ronto V. Injektion

Dik :                

        

 

Dit: f(Q)=P….?

Solusi


 


                (fungsi penawaran)

Memformulasikan fungsi keseimbangan

dan






P=12.750                     (p0= harga keseimbangan)

 

 

 

 

SURPLUS KONSUMEN (CS)



= f(Q)

Menentukan Q0 terlebih dahulu, jika po(harga keseimbangan)= 12.750, dengan substitusi po=p,maka diperoleh



Q=350


CS= 306.250

 

SURPLUS PRODUSEN (PS)



= f(Q)



350



  1. Pembahasan (sintesis)

    Sampel yang diambil dari BPS dari sekian bayak data yang ada terbagai dalam dua priode tahun, yaitu tahun 2006 dan tahun 2007. dari hasil analisis data tersebut 10 sampel diambil dengan ketentuan harga yang menurun akan di gunakan untuk memformulasiakn fungsi permintaan dan data yang mengalami peningkatan akan dimanipulasi dalam pembentukan formulasi fungsi penawaran. Ketika kedua fungsi tersebut telah ditemukan maka dengan lagoritma sederhana dapat ditentukan harga keseimbangannya yang kemudian bisa dipergunakan untuk mencari harga awal dalam tiitk keseimbangan yang kemudian dibentuk dengan formulasi yang telah diperoleh untuk mendapatkan nilai surplus konsumen pada fungsi permintaan dan surplus produsen pada fungsi penawaran dengan demikian bisa diberikan suatu kesimpulan dari analisis data sebagai berikut:

    1. Dari hasil analisis konsumen surplus dan produsen surpluspada hewan terna, ternyata masyarakat NTB di tahun 2006-2007 telah menerapkan kedua metode tersebut dan terlihat kepuasan yang diperoleh konsumen sedikit lebih banyak dari kepuasan yang diperoleh produsen artinya ditahun-tahun berikutnya jumlah penjualan hewan ternak akan mengalami peningkatan , lebih khususnya lagi kerbau lumpur dan sapi bali. Lebih besarnya CS=461.385.459,53 > ps=, dengan perbandingan 1.0769, artinya sebesar 1.0769 kepuasan yang lebih banyak di peroleh oleh konsumen dan bisa diperkirakan jika keadaan seperti ini ditetapkan penjualan dan pembelian hewan ternak akan tetap lancar, akan tetapi jika produsen mau bisa meningkatkan harga hewan ternaknya sebesar 1,0769/428.429.355 kali 100% maka tidak akan mempengaruhi permintaan masyarakat dalam menurunkan harga.
    2. Berdasarkan hasil analisis pemanfaatan alat peternakan didapatkan Konsumen surplus lebih banyak dari produsen surplus, yaitu
      CS= 96.067.745,6, dan dari data ini akan ada penurunan produksi dari produsen karena jumlah permintaan dari konsumen semakin banyak, akan tetapi harga yang diminta sangat rendah, sehingga akan ada pengurangan jumlah produksi barang untuk meningkatkan harga pasar hingga tercapai titik seimbang antara konsumen dan produsen. Alternatif lainnya produsen sedikit meningkatkan harga tanpa harus mengurangi produksi barang, riilnya sebesar perbandingan antara cs/ps=7,681. Atau selisih keduanya sebesar 83.562019/108.573.471 kali 100%=76,69%, jika tetap dipertahankan keadaan yang demikian di pasar maka akan terjadi ketidak seimbangan antara produsen dan konsumen yang kedepannya akan menimbulkan kecenderungan dari para produsen untuk tidak mau menjual barangnya atau akan meningkatkan harga sampai batas toleransi 76,69% dari harga sebenarnya. Dengan demikian akan terjadi keseimbangan pasar yang mengakibatkan jumlah alat-alat peternakan yang terjual selanjutnya akan meningkat, tetapi jumlah produksi konsumen terbatas. Akan tetapi lain halnya jika peningkatan harga yang dilakukan oleh produsen maka yang terjadi konsumen sedikit mengurangi pembelian tapi tidak memengaruhi perekonomian. Baru disini akan terjadi keseimbangan pasar dalam lingkup alat-alat peternakan.
    3. Berdasarkan perhitungan pada sampel obat-obatan peternakan diperoleh surplus konsumen lebih kecil dari surplus produsen, yaitu
      > CS= 306.250 Artinya kepuasan yang diperoleh oleh para produsen terlalu banyak, ini dikarenakan peningkatan harga dan pelayanan yang menandakan sekadarnya akan tetapi karena kebutuhan mendesak sehingga konsumen harus rela membelinya walaupun kepuasannya atau haknya sebagai konsumen belum di peroleh sepuasnya. Oleh karena itu, di tahun berikutnya permintaan konsumen atas obat-obatan akan mengalami penurunan 3 kali lipat bila pelayanan dan harga tetap dinaikkan tiap tahunnya. Ini bisa dilihat dari perbandingan konsumen surplus dengan produsen surplus, yaitu: . Atau sekitar 612.500/1.225.000kali100%=50% . untuk mencapai keseimbangan pasar maka produsen harus mengurangi harga aslinya sekitar 50% dari harga aslinya dalam jangka waktu satu tahun. Jika pun tidak akan berdampak pada jumlah permintaan konsumen akan sedikit dan penawaran yang akan merosot bahkan kurang dari setengah dari harga aslinya.

 

Simpulan

  1. Penurunan jumlah daya beli masyarakat pada barang tertentu dikarenakan harga yang terlalu tinggi diterapkan oleh konsumen
  2. Pengurangan jumlah produksi barang disebabkan karena penawaran konsumen yang terlalu rendah yang berdampak pada peningkatan harga barang
  3. Titik keseimbangan pasar terjadi pada saat cs=ps
  4. Jika ps>cs maka diseimbangkan dengan penurunan harga barang bagi produsen dan penurunan permintaan barang oleh konsumen
  5. Jika ps<cs maka keseimbangan pasar akan terjaid apabila produsen mengurangi produksi barang atau meningkatkan harga brang sampai batas toleransi dari daya beli masyarakat
  6. Keseimbangan pasar bisa diwujudkan dengan dua kemungkinan dari no.4dan 5 , maka dengan menerapkan pendekatan konsuemn surplus dan konsumen surplus di tahu berikutnya bisa terjadi keseimbangan pasar yang berdampak pada kelancaran arus perekonomian NTB.

 


3 Responses to “MEMPERBAIKI RODA PEREKONOMIAN NTB DENGAN METODE SURPLUS KONSUMEN DAN SURPLUS PRODUSEN UNTUK MENCAPAI KESEIMBANGAN PASAR”


  1. 2 yadi777
    June 8, 2011 at 1:27 pm

    sabar di entaran ta like, like juga donk


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


1_502554913l

Current CO2 Level in the Atmosphere

yang sudah mampir

  • 200,745 gamatika-ers

Kategori Tulisan

No Smoking

Lagi Online

Arsip

June 2011
M T W T F S S
« May   Jul »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

%d bloggers like this: