14
Jan
11

KREATIFITAS TANPA BATAS DI MATEMATIKA

Matematika sering dijadikan korban tanpa pertanggungjawaban. Matematika sebagai tertuduh. Matematika dituduh sebagai sebuah bidang disiplin otak kiri saja. Matematika hanya mengandalkan kemampuan analisis, logika, perhitungan. Matematika dituduh tidak mengembangkan kreativitas, tidak memacu kerja otak kanan yang imajinatif.

Matematika sering dilawankan dengan seni. Seni, musik misalnya, dianggap sebagai bidang yang sangat kreatif. Musik menuntut imajinasi tingkat tinggi dan melibatkan emosi. Musik identik dengan otak kanan dan intuisi. Sebaliknya, matematika dituduh sebagai kaku. Tanpa emosi.

Tuduhan yang tidak adil!
Tidak pernah disidangkan di pengadilan lagi.

Berlawanan seratus delapan puluh derajat dari tuduhan itu, matematika justru medan kreativitas tanpa batas. Matematika mengaktifkan otak kanan. Lihatlah perkembangan sains berkat matematika! Lihatlah kemajuan teknologi berkat matematika! Lihatlah kemajuan peradaban karena matematika!

Tetapi, tuduhan itu juga tidak 100% salah.
Pun tidak 100% benar.

Saya mengamati banyak sistem pembelajaran matematika yang sangat kaku di sekolah-sekolah kita. Sistem pembelajaran yang kaku ini seakan membenarkan tuduhan-tuduhan di atas. Sayang sekali…

Saya melihat seorang siswa SD telah mampu mengerjakan soal ini:

4 x 2 = ….

Siswa itu menjawab 4 x 2 = 8. Benar!

Beberapa hari kemudian siswa tersebut mendapat soal yang mirip, tetapi pilihan ganda:

4 x 2 = …..

a. 4 + 4
b. 2 + 2 + 2 + 2
c. 10

Apa jawaban Anda ketika mendapat soal seperti di atas?
Anda memilih jawaban a. 4 + 4?
Tapi gurunya ingin jawaban yang b, jadi Anda salah.

Atau Anda memilih jawaban b. 2 + 2 + 2 + 2?
Tapi gurunya ingin jawaban a, Anda salah!

Bila begini caranya, matematika memang tidak memicu kreativitas.

Guru akan lebih kreatif bila ia membenarkan jawaban a, kemudian bertanya, “Mengapa kamu memilih jawaban a tersebut?” Guru yang kreatif juga membenarkan jawaban b, serta bertanya, “Mengapa kamu memilih jawaban yang ini?” (Saya ingin menulis masalah ini lebih detil, kelak tentang aksioma, teorema, dan definisi dalam matematika).

Pengalaman menunjukkan bahwa matematika adalah medan kreativitas tanpa batas. Dalam bidang geometri,memperkenalkan konsep luas, keliling, volume sejak anak usia TK. Tentu semua dengan cara bermain yang mengasyikkan. Jangan kaget bila seorang anak TK telah dapat menghitung volume balok dan kubus.

Untuk memperkenalkan konsep geometri, bisa memanfaatkan permainan Dadu Milenium. Dadu Milenium ini sebuah alat yang berupa ratusan dadu.

“Pernahkah Anda melihat ratusan dadu?”

Seratus dadu sangat berbeda dengan satu dadu. Satu dadu biasa-biasa saja. Seratus dadu adalah pemandangan yang mempesona, mengagumkan, amazing!

Anak-anak dibiarkan bermain dengan ratusan dadu. Mereka secara kreatif menyusun dadu itu membentuk kelinci, singa, manusia, rumah, mobil, dan apa saja. Anak-anak memang kreatif.

Di sela-sela anak-anak (TK) sedang bermain, guru kadang-kadang menyela,

”Berapa luas segi empat ini?” sambil menunjukkan segi empat yang terdiri dari 8 dadu.
“Luas itu apa?” anak-anak balik bertanya.
”Luas itu adalah banyaknya dadu.”
”Delapan…” kata anak-anak sambil menghitung dadu.

Dengan beberapa kali pengulangan, anak-anak tidak akan menghitung banyaknya dadu. Mereka menemukan cara yang lebih sederhana. Mereka mengalikan panjang dengan lebar dari segi empat itu. Luar biasa! Anak-anak memahami konsep luas tanpa diterangkan. Mereka menemukan sendiri dengan bermain Dadu Milenium bahwa luas adalah panjang kali lebar.

Guru  kadang dapat mencoba bertanya dengan kebalikannya,

”Tolong buatkan segi empat yang luasnya 9!”

Anak-anak akan mengambil 9 dadu dan menatanya menjadi persegi berukuran 3 x 3.

”Tolong buatkan segi empat yang luasnya 12!”

Anak-anak akan mengambil 12 dadu dan menyusunnya menjadi segi empat yang berukuran 3 x 4 atau 6 x 2 atau 12 x 1. Semua kami benarkan. Itulah kreatif. Terdapat lebih dari satu macam jawaban. Bahkan dari perbedaan jawaban ini, guru dapat melangkah lebih jauh memperkenalkan konsep keliling. Konsep volume juga kami kenalkan dengan cara bermain-main bergembira.

Bagi kami, matematika adalah kreatif, imajinatif, merangsang otak kanan.

Dalam catatan sejarah, banyak matematikawan yang sangat kreatif. AlKhawaritzmi merumuskan penggunaan angka 0 secara efektif. Bayangkan apa jadinya hidup Anda bila tidak menggunakan angka 0. Descartes menggambar dua sumbu yang berpotongan untuk membantu geometri analisis. Bayangkan pekerjaan Anda bila tidak ada grafik – bagaimana Anda dapat berkomunikasi dengan baik. Gauss mengembangkan sistem bilangan kompleks. Bayangkan kerja Anda tanpa tampilan komputer visual – semua komputer berisi teks belaka.

Beberapa contoh di atas adalah sekedar secuil contoh dari kreativitas matematika yang tanpa batas.

Bagaimana pendapat Anda?

Salam hangat….

 

I MADE SEGARA WINOTAN ( G1D 007 016 )


2 Responses to “KREATIFITAS TANPA BATAS DI MATEMATIKA”


  1. 1 malik hidayat
    January 14, 2011 at 11:41 am

    Matematika memang bagian dari semua ilmu, termasuk seni.
    dengan matematika kita bisa berkreasi.
    Matematika is the best…
    Matematika itu indah…
    100% Mantap…

  2. 2 boris (miLanisti)
    January 14, 2011 at 10:05 pm

    brarti math menyeimbangkan otak kita,,
    mantap,,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


1_502554913l

Current CO2 Level in the Atmosphere

yang sudah mampir

  • 200,745 gamatika-ers

Kategori Tulisan

No Smoking

Lagi Online

Arsip

January 2011
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

%d bloggers like this: