Q: ‘Selama kuliah kan kita sebagai mahasiswa nggak sempat latihan berbisnis. Padahal aku tuh pinginnya begitu lulus langsung bisa mandiri alias bikin perusahaan sendiri. Gimana ya caranya.’
Q: ‘Aku ini kutu kupret mas, mahasiswa komputasi matematika tapi kemampuan coding lemah. Kalau buat-buat desain sih lumayan mas, photoshop dan coreldraw itu peganganku tiap hari. Aku mimpi pingin berbisnis sendiri, cuman nggak ngerti gimana dan apa yang harus aku pelajari sekarang. Bantu aku dong mas.’
Continue reading ‘Sepuluh kiat Mahasiswa Komputasi Matematika untuk Berwirausaha’
Author Archive for
Pernahkah kamu merasa di indonesia itu semua orang sangat menginginkan kuliah di kedokteran karena berharap dapat gaji tinggi…? Well data dan fakta menunjukkan bahwa lulusan matematika menempati top lulusan dengan gaji tertinggi, sementara kedokteran bahkan diluar 20 besar. Continue reading ‘Top Jurusan dengan Prospek Gaji Tertinggi: Matematika Salah Satu Yang Terbaik’
HOMOMORFISMA
Definisi homomorfisma :
Jika G suatu grup dengan operasi * dan G’ suatu grup dengan operasi # maka pemetaan f : G → G’ disebut homomorfisma jika dan hanya jika untuk setiap a, b ϵ G berlaku
f ( a * b ) = f(a) # f(b)
Definisi diatas juga dapat ditulis f (ab)= f(a) f(b), pada ruas kiri menggunakan operasi pada G dan pada ruas kanan menggunakan operasi pada G’ . Dari definisi tersebut, mungkin anda mengira bahwa homomorfisma sama dengan isomorfisma, namun pada kenyataannya tak selalu sama. Perbedaan antara homomorfisma dan isomorfisma dapat kita lihat dari contoh-contoh berikut ini :
*) Misalkan G grup bilangan real dengan operasi penjumlahan pada bilangan -bilangan real, dan G’ grup bilangan real dengan operasi penjumlahan pada bilangan – bilangan real.
Definisikan f : G → G’ , dengan f(x)=3a untuk setiap x ϵ G.
Perhatikan bahwa G dan G memiliki operasi biner yang berbeda.
Untuk menunjukkan bahwa f suatu homomorfisma, maka kita harus periksa bahwa untuk setiap a,b ϵ G berlaku f (ab)= f(a) f(b)
Tetapi hal ini tidaklah sulit dilakukan, karena
f(a+b) = 3(a+b) = 3a +3b = f(a)+f(b) = f(a)f(b)
Jadi, f suatu homomorfisma.
Kita peroleh juga bahwa f bukan fungsi dari G pada G’. karena 3a selalu bernilai positif untuk bilangan real x berapa pun, akan tetapi f satu-satu, karena jika x,yÎG sebarang sedemikian sehingga f(x) = 3x = 3y = f(y), maka x = y .
Homomorfisma yang besifat satu-satu disebut momorfisma.
*) Misalkan : G grup bilangan real dengan operasi penjumlahan dan
G’ ={ 0,1, 2, ……, n-1} adalah grup dengan operasi penjumlahan.
Definisikan f : G →G’ , dengan f(a) =[a] untuk setiap a ϵ G.
Untuk menunjukkan bahwa f suatu homomorfisma, maka kita harus periksa bahwa untuk setiap a,b ϵ G berlaku f (ab)= f(a) f(b), maka
f (a+b) = [a +b ] = [a] + [b] = f(a) f(b)
Jadi f suatu homrfisma.
Dapat kita lihat bahwa f merupakan fungsi pada dari Z pada , karena setiap [a] ϵ G’ pasti mempunyai pra peta pada G .
Homomorfisma yang bersifat pada disebut epimorpisma
*) Misalkan G grup bilangan real tanpa nol di bawah operasi perkalian pada bilangan – bilangan real, dan G’ grup bilangan real dengan operasi penjumlahan pada bilangan -bilangan real.
Definisikan f : G →G’, dengan f(x) = ln x untuk setiap x ϵ G.
Perhatikan bahwa G danG’ memiliki operasi biner yang berbeda.
Untuk menunjukkan bahwa f suatu homomorfisma, maka kita harus periksa bahwa untuk setiap a,b ϵ G. berlaku f (ab)= f(a) f(b), maka
f (ab)= ln ab= ln a + ln b = f (a) f (b)
Jadi f terbukti homomorfisma.
Jika f(x) = f(y) akibatnya ln x =ln y sehingga x=y. ini menunjukkan f adalah fungsi satu-satu.
Jika ln r ϵ G maka r ϵ G’ , kemudian f(r) = ln r. Sehingga f bersifat pada.
Karena f bersifat pada dan satu-satu maka f bersifar bijektif, akibatnya f isomorfisma.
Cotoh 3 ini menunjukkan isomorfisma pasti homomorfisma tapi homomorfisma belum tentu isomorfisma.
Teorema :
Jika f suatu homomorfisma dari grup G ke grup G’, maka :
(i) f (e) = e’, dimana e ϵ G dan e’ ϵ G’
Bukti :
(i) Misalkan f suatu homomorfisma dari grup G ke grup G’, untuk setiap a ϵ G berlaku ae = a maka f (a) f(e ) = f (ae) = f (a) = f (a)e’
Akibatnya f (a) f (e) = f (a) e’
Berdasarkan pembatalan kiri dan kanan maka f (e) = e’
(ii) Untuk setiap a ϵ G berlaku
maka
sehingga 
□
Teorema :
Jika f suatu homomorfisma dari grup G ke grup G’, maka daerah hasil dari f yaitu f (G) untuk setiap a ϵ G adalah subgrup G’.
Bukti :
Misalkan f suatu homomorfisma dari grup G ke grup G’,
maka daerah hasil dari f yaitu f (G) = { x ϵ G’ çx =f (a), a ϵ G}
misalkan f (G)=H, maka H Ì G’
karena f (e) = e’ maka e’ ϵ H
akibatnya H suatu kompeks dari G’.
Ambil sebarang x, y ϵ H maka ada a, b ϵ G sedemikian hingga f (a) = x dan f (b)= y
sehingga
Karena a,b ϵ G dan G suatu grup maka 
Ini berarti H adalah subgrup dari G’.
□
Contoh:
Misalkan Z grup bilangan real dengan operasi penjumlahan.
Definisikan f : Z → Z , dengan f(x) = 2a untuk setiap x ϵ Z.
Untuk menunjukkan bahwa f suatu homomorfisma, maka kita harus periksa bahwa untuk setiap a,b ϵ Zn berlaku f (ab)= f(a) f(b), maka
f (a+b) = 2 (a+b) =2a +2b = f(a) f(b)
Jadi f suatu homorfisma.
Dari definisi f(x) = 2a maka daerah hasil dari f = { 0, 2, 4, ………} = 2Z
2Z adalah subgrup dari Z.
KERNEL DARI HOMOMORFISMA
Definisi: misalkan f suatu homomorfisma dari grup G ke dalam f (Kf) adalah himpunan semua x ϵ G yang dipetakan olek f ke e’ dimana e’ meupakan unsur identitas dalam G’ atau Kf = { x ϵ G ç f(x) ϵ e’ }.
Contoh: (Z,+) yaitu grup bilangan bulat dengan operasi penjumlahan.
Pemetaan f : Z → Z didefinisikan f(x)= mx untuk setiap x elemen G dan m suatu bilangan bulat, maka f adalah suatu homomorfisma dan kernel dari (Z,+) tersebut adalah {0}.
Teorema:
Misalkan f homomorfisma dari grup G ke G’ dengan kernel K, maka K adalah subgrup normal dari G.
Bukti:
Pertama akan ditunjukkan bahwa K subgrup dari G.
misakan x,y ϵ K maka f(x)=e’ dan f(y)=e’
sehingga f(xy)= f(x) f(y)= e’ e’= e’ dimana xy ϵ K (sifat tertutup).
ϵ K (sifat invers).
Untuk menunjukkan sifat normal, ambil g ϵ G dan k ϵ K maka:
ϵ K sehingga K subgrup normal dari G.
□
HOMOMORFISM NATURAL
Setiap homomorfisma pasti dapat ditentukan kanelnya, dan kanel pasti subgrup normal, sehingga selalu dapat dibentuk grup factor, selanjutnya akan dibentuk pengkaitan baru dari domain homomorfisma ke grup factor yang dibentuknya, sehingga terbentuklah homomorfisma baru yang disebut homomorfisma natural
Theorema :
Mislkan G suatu grup dan N adalah subgroup normal di G, di definisikan suatu pemetaan f dari G ke grup factor G/N.
, untuk setiap x є G. maka f adalah homomorfisma dari G yang bersifat pada.
Bukti :
Misal x,y є G sebarang
Jadi, f homomorfisma
Tunjukkan pada / surjektif
Ambil sebarang y є G/N
untuk suatu y є G
sdemikian hinga
Jadi, homomorfisma f pada
□
TEOREMA FUNDAMENTAL HOMOMORFISMA
Jika f suatu homorfisma dari grup G ke dalam grup G’ dengan kernel K,maka terdapat suatu isomorfisma dari G/K ke dalam G’.
BUKTI
Misalkan f fungsi dari G pada G’ dengan pengaitan f : G → G’ untuk setiap x ϵ G.,dan g fungsi G ke dalam G/K dengan pengaitan g : x → Kx untuk setiap x ϵ G dan kernel dari g adalah K.
Sekarang bangun fungsi h dari G/K ke dalam G’ dengan pengitan h : Kx → f(x) untuk setiap x ϵ G.
Perhatikan diagram berikut
Pengaitan f.g dan h digambarkan seperti gambar berikut
Akan ditunjukkan bahwa h adalah suatu homomorfisma dan satu-satu (isomorfisma) dari G/K ke dalam G/K.
Pertma-tama kita akan menunjukkan bahwa h merupakan pemetaan,dalam arti kita akan menunjukkan bahwa pengaitan untuk h : Kx → f(x) terdefinisi dengan baik (well defined).
SOAL
1) Misalkan G grup bilangan real tanpa nol di bawah operasi perkalian pada bilangan – bilangan real, dan G’ grup bilangan real tanpa nol di bawah operasi perkalian pada bilangan – bilangan real.
Definisikan f : G → G’ , dengan f(x)=1/a untuk setiap x ϵ G.
morfisma dan tentukan kernelnya !
2) Misalkan G grup bilangan real tanpa nol di bawah operasi perkalian pada bilangan – bilangan real, dan G’ grup bilangan real tanpa nol di bawah operasi perkalian ada bilangan – bilangan real.
Definisikan f : G → G’ , dengan 
untuk setiap x ϵ G.
Tunjukan f homorfisma dan tentukan kernelnya !
Untuk mengetahui jawaban 2 soal diatas silahkan klik disini http://ismiyusrina09.wordpress.com/2011/05/24/contoh-soal/#more-282
3) Misalkan G grup semua matriks real 2 x 2 yang berbentuk
sehingga ad ≠ 0, dengan operasi perkalian matriks-matriks.
Misalkan juga G’ grup bilangan real tanpa nol dengan operasi perkalian. Definisikan f : G → G’ dengan
untuk setiap ϵ G. Carilah kernel dari matriks tersebut !!
pada operasi jumlah.
Untuk mengetahui jawaban soal diatas silahkan klik disini http://ismiyusrina09.wordpress.com/2011/05/25/soal-junet/#more-296
4) Tunjukan
bahwa f homomorfisma dan pada ! (contoh soal homomorfisma natural)
Untuk mengetahui jawaban soal diatas silahkan klik disini http://ismiyusrina09.wordpress.com/2011/05/25/soal-no-4/#more-303
4) Tunjukkan bahwa sembarang grup siklik adalah isomorfisma baik terhadap integer Z atas penjumlahan,ataupun terhadap intger atas penjumlahan modulo m ! (contoh soal teorema homomorfisma fundamental)
Untuk mengetahui jawaban soal diatas silahkan klik disini http://ismiyusrina09.wordpress.com/2011/05/25/teorema-fundamental-homomorfisma/#more-311
KELOMPOK 10 :
- FIPIT MELAWATI ( G1D 006 026 )
- RAJIATUL HIDAYAH ( G1D 007 040 )
- ISMI YUSRINA MUHTI ( G1D 009 006 )
- MUHAMAD JUNAIDI ( G1D 009 034)
Subgrup Normal dan Grup Kousien
Automorfisma
Isomorfisma ф : G→G, yaitu isomorfisma dari G ke dirinya sendiri disebut
automorfisma pada G.
Contoh : (R,+), ф : R→R, ф(x)=3x
(R⁺,·), ф : R⁺→ R⁺, ф(x)=x²
A(G) : himpunan semua automorfisma pada G
Operasi pada A(G)
× : A(G)×A(G)→A(G)
Definisi × : (α,β)→αβ ,α,β Є A(G)
Teorema :
A(G) terhadap komposisi, membentuk Grup
Bukti:

Terbukti bahwa A(G) terhadap komposisi, membentuk Grup.
Inner Automorfisma
untuk semua xЄG
disebut automorfisma dalam, selain itu disebut automorfisma luar
(outer automorfisma)
Akan ditunjukkan bahwa
suatu automorfisma

Terbukti bahwa λa suatu isomorfisma, karena λa : G→G maka λa automorfisma
I(G) : himpunan semua automorfisma dalam pada G
I(G) subset A(G)
Akan ditunjukkan bahwa I(G) ≤ A(G)

Terbukti bahwa I(G) ≤ A(G), selanjutnya I(G) membentuk subgrup normal pada A(G).
Subgrup Normal
Definisi Subgrup Normal
Misalkan H adalah suatu Subgrup dari Grup G, maka Subgrup H dikatakan
Subgrup Normal dari G ( ditulis
) bila
untuk setiap
.
Ekivalen dengan definisi di atas, H adalah Normal jika
untuk setiap g elemen G,
yakni, jika Koset Kiri dan Kanan dari H sarna.
Catatan : Apabila G grup abelian, maka setiap subgrup dari G adalah subgrup normal.
Beberapa teorema yang berkaitan dengan definisi subgroup normal
Teorema 1
Misalkan H subgroup dari G, maka H disebut subgroup normal dari G ( ditulis
)
jika dan hanya jika
, untuk setiap g € G
Bukti
misal g €G , karena H subgroup normal ( ditulis
) by definisi 
sehingga 
ambil sebarang g € G karena
, maka
.
Jadi terbukti H subgroup normal dari G.
Teorema 2
Misalkan H subgroup dari G, maka H disebut subgroup normal dari G
( ditulis
) jika dan hanya jika
untuk setiap a,b € G.
Bukti
misal H subgroup normal ( ditulis
) dan a,b € G.
kita lihat perkalian dua koset kanan yaitu
.
Karena H subgroup normal , berarti by definisi
.
Maka. 
misal g € G , kita pilih
, jelas
,
diperoleh
. Karena H subgroup maka
,
sehingga
dengan menggunaka hukum pembatalan kiri
pada Grup maka diperoleh
,
sehingga by teorema terbukti bahwa H subgroup normal dari G ( ditulis
).
Contoh soal
Misalkan (G,+) = Z6 = {0, 1, 2, 3, 4, 5} adalah suatu Grup dan H = {0, 2, 4}
adalah Subgrup dari G. Tunjukan bahwa H merupakan subgroup normal dari G
Penyelesaian :
Telebih dahulu akan ditunjukkan bahwa Koset Kiri dan Kanan dari H sama.

(G,+) = Z6 = {0, 1, 2, 3, 4, 5}, generatornya 0, 1, 2, 3, 4 dan 5
Koset kiri :
0 + H = 0 + {0, 2, 4} = {0, 2, 4}
1 + H = 1 + {0, 2, 4}= {1, 3, 5}
2 + H = 2 + {0, 2, 4}= {2, 4, 0}
3 + H = 3 + {0, 2, 4}= {3, 5, 1}
4 + H = 4 + {0, 2, 4} = {4, 0, 2}
5 + H = 5 + {0, 2, 4} = {5, 1, 3}
Koset kanan:
H + 0 = {0, 2, 4}+ 0 = {0, 2, 4}
H + 1 = {0, 2, 4}+ 1 = {1, 3, 5}
H + 2 = {0, 2, 4}+ 2 = {2, 4, 0}
H + 3 = {0, 2, 4}+ 3 = {3, 5, 1}
H + 4 = {0, 2, 4} + 4 = {4, 0, 2}
H + 5 = {0, 2, 4} + 5 = {5, 1, 3}
Sehingga :
0 + H = H + 0= {0, 2, 4}
1 + H = H + 1= {1, 3, 5}
2 + H = H + 2 = {2, 4, 0}
3 + H = H + 3 = {3, 5, 1}
H + 4 = H + 4 = {4, 0, 2}
H + 5 = H + 5 = {5, 1, 3}
Maka : koset kiri = koset kanan
sehingga : Subgrup dari H = {0,2,4} merupakan Subgrup Normal
untuk lebih jelasnya latihan soal lagi yuk!!! klik disini
Grup Faktor
Teorema : jika N subgrup normal dari G dan G/N={Na|aG}, maka G/N adalah suatu subgrup
terhadap operasi NaNb=Nab. Selanjutnya G/N disebut grup faktor dari G oleh N.
Bukti: Dari definisi operasi , untuk setiap koset Na dan Nb diG/N hasil operasinya, yaitu hasil kalinya,
kitatuliskan NaNb. Jadi NaNb=Nab.
- Untuk setiap koset Na, Nb dan Nc di G/N berlaku
Na(NbNc)=Na(N(bc))=N(a(bc))=N((ab)c)=(N(ab))Nc=(NaNb)Nc
Jadi, berlaku sifat asosiatif
- Terdapat koset N=Ne di G/N, dengan e unsur identitas di G, yang memenuhi
NaNe=N(ae)=Na dan NeNa=(N(ea)=Na
Untuk semua koset Na di G/N. Dengan demikian terdapat unsur identitas N=Ne elemen
G/N yang bersifat NaNe=NeNa untuk semua Na elemen G/N.
- Untuk setiap koset Na di G/N terdapat koset N(a-1)
di G/N yang memenuhi
NaN(a-1)=N(a a-1)=Ne dan N(a-1)Na=N(a-1a)=Ne
Jadi setiap koset Na elemen G/N mempunyai balikan (Na)-1=N(a-1)
Dari 1,2 dan 3 kita simpulkan bahwa G/N membentuk grup.
Contoh: G={1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10} dengan x mod 11 adlah grup normal. N={1, 10}
subgrup normal dari G. G/ N={N1,N2,N3,N4,N5}. Ingat bahwa
N1=N=N10, N2=N9={2,9}, N3=N8={3, 8}, N4=N7={4,7}, N5=N6{5,6}.
Tabel Cayley dari G/N tampak pada tabel di bawah.
Dengan memperhatikan tabel tersebut, maka kita dapat menunjukkan bahwa
G/N memenuhi semua aksioma dari grup.
Tabel Cayley: G/N={N1, N2, N3, N4, N5}
| N1 | N2 | N3 | N4 | N5 | |
| N1 | N1 | N2 | N3 | N4 | N5 |
| N2 | N2 | N4 | N5 | N3 | N1 |
| N3 | N3 | N5 | N2 | N1 | N4 |
| N4 | N4 | N3 | N1 | N5 | N2 |
| N5 | N5 | N1 | N4 | N2 | N3 |
Teorema: jika G suatu grup berhingga dan N subgrup normal daari G, maka 
Bukti:
, banyaknya koset kanan dari N dalam G.
Menurut teorema langrange, karena G grup berhingga dan subgrup dari G, maka
maka 
Grup Sederhana
Definisi :
Suatu grup G dikatakan sederhana
jika subgrup Normalnya hanyalah {e} dan G itu sendiri.
Dimana definisi dari subgroup normal yaitu
Definisi :
Diberikan grup G dan H subgrup dari G, subgrup H dikatakan normal jika berlaku

Grup sederhana berhingga (Finite simple Group), yaitu Grup sederhana yang banyak elemennya berhingga.
Grup sederhana berhingga memepunyai sifat-sifat yang serupa dengan Bilangan Prima.
Kita tahu bilangan Prima mempunyai sifat sebagai berikut:
-
Tidak bisa difaktorkan menjadi bilangan-bilangan yang lebih kecil
-
Setiap bilangan bulat yang lebih besar dari satu merupakan perkalian
dari bilangan-bilangan prima yang berbeda.
Begitu pula dengan Grup sederhana berhingga yang memmpunyai sifat-sifat sebagai berikut
-
Tidak bisa dipecah menjadi grup-grup yang lebih kecil.
-
Setiap Grup berhingga berorder lebih dari 1 merupakan gabungan dari Grup-grup sederhana berhingga yang berbeda
Contoh :
apakah grup terhadap operasi perkalian merupakan grup sederhana??
Jawab:
Sesuai dengan definisi grup sederhana
” jika subgrup Normalnya hanyalah {e} dan G itu sendiri maka G dikatakan grup sederhana”
Pada kasus ini, grup terhadap operasi perkalian bukan grup sederhana karena tidak bisa
memenuhi syarat dari subgroup normal yaitu koset kiri tidak sama dengan koset kanan
Bukti
Misal A € dimana
A = 
Adib : 
Sesuai dengan matrik terbukti bahwa
( matrik tidak bersifat asosiatif terhadap operasi perkalian ).
Biar lebih mengerti klik disini untuk melihat contoh-contoh soalnya
kalau belum jelas coba lagi klik disini
KELOMPOK 9
Donny sutrisna amijaya G1D009053
Mujamil hasan G1D009009
Agus kurniawan G1D009033
Helmina fitriani G1D007014
KOSET
Hai-hai para bloger ^^
Kami dari kelompok 8 akan membahas materi KOSET
Sebelum kita memasuki definisi koset akan diperkenalkan definisi koset kanan
dan koset kiri. Akan diperjelas juga dengan memperlihatkan teorema-teorema
yang berhubungan dengan koset.
Cekidot !!
Continue reading ‘KOSET’
Matematika Sedekah
Wahhh…mudah2an nggak telat nih uplod tgs seminarnya..hehe (sibuk amet euyyy..emang kamana lhoo??)..maklum kan sama nte jg kite2 pada kerjain bejibun tgs. Emang sbagian orang mngatakan matematika tu momok menakutkan (emang serem yaaa??..he). Tapi ada juga yg bgitu senang dan sdikit saklek mungkin dgn matematika. Sampai-sampai nama anak kesayangannya namanya diambil dari salah satu mata kuliah di kampus kami (ada yg ngerasa ngak??..hehe just kidding). Continue reading ‘Matematika Sedekah’
Matematika sering dijadikan korban tanpa pertanggungjawaban. Matematika sebagai tertuduh. Matematika dituduh sebagai sebuah bidang disiplin otak kiri saja. Matematika hanya mengandalkan kemampuan analisis, logika, perhitungan. Matematika dituduh tidak mengembangkan kreativitas, tidak memacu kerja otak kanan yang imajinatif.
Uniknya matematika

kita tahu matematika sudah terkesan ngeri/rumit dan menuh-menuhin kapasitas otak kita saja,,apalagi ngeliat angka n rumus-rumusnya,,waduuuuuuuuh tambah pusiiiiing……. Continue reading ‘Uniknya matematika’
Seorang Pejuang Cinta haruslah tegas, kuat, dan optimis. Jadi jangan mudah menyerah, kejarlah terus cinta sampai negeri China . Di bawah ini adalah premis-premis logika dari suatu percakapan cowok nembak cewek dan makna tersirat yang ada dari ungkapan-ungkapan tersebut:
Check it out…..
Continue reading ‘Nyatain Cinta-mu pake Logika Matematika !!’
Nilai Fungsi Khas 2009/2010



















Komentarmu