Archive for June, 2011

20
Jun
11

FILSAFAT METEMATIKA

Matematika itu menyenangkan, mari sedikit memahami matematika secara mendasar, mengenalinya, sehingga kecintaan kita akan matematikapun akan semakin bertambah. Mengenali matematika secara mendasar tentu erat kaitanya dengan belajar matematika secara filsafati. beberapa komentar ilmuan tentang filsafat matematika:

 

 

Kata plato : ” Sampai kapan berharap pintar matematika jatuh dari langit?”..

 

Kata Aristoteles : ” Mengapa sebagian besar manusia enggan memahami matematika?”..    

 

Ibnu Khaldun : ” Pahami filsafat di balik matematika, maka kita akan berkata matematika semudah bahasa!”

Kata ibnu sina matematika tanpa logika sama dengan omong kosong!”

Apa sih filsafat???

Filsafat itu berasal dari kata philosophia dan merupakan gabungan dari 2 kata, yaitu PHILOS berarti SAHABAT atau KEKASIH dan SHOPIA yang memiliki arti KEBIJAKSANAAN, PENGETAHUAN, KEARIFAN.

Dengan demikian maka arti dari kata philosophia adalah cinta pengetahuan. Dengan demikian dapat diartikan secara sederhana bahwa Filsafat Matematika adalah kecintaan yang mendalam pada matematika.

Apa sih hubungan antara MATEMATIKA DAN FILSAFAT???

 

  • Matematika dan Filsafat mempunyai sejarah keterikatan satu dengan yang lain sejak jaman yunani Kuno
  • Matematika disamping merupakan sumber dan inspirasi bagi para filsuf, metodenya juga banyak diadopsi untuk mendeskipsikan pemikiran filsafat.

 

 

Contoh sederhana dalam memahami filsafat matematika

Contoh sederhananya:

Jika kita tahu bahwa konsep perkalian adalah penjumlahan berulang, mengapa kalian harus membedakan 1 x 3 dan 3 x 1 ? Bukankah hasilnya sama saja?

Dalam filsafat matematika, kita memahaminya dengan cara mengambil perumpamaan berikut:

Samakah makna JAM EMPAT dan EMPAT JAM?

Kata pembentuknya sama, yaitu kata JAM dan kata EMPAT. Tetapi maknanya pasti berbeda jika letaknya diubah. JAM EMPAT menyatakan “pukul” empat. Sedangkan EMPAT JAM bermakna  “waktu tempuh, durasi atau lamanya suatu proses”.

Makna ini sama dengan konsep perkalian pada soal 1 x 3 dan 3 x 1, masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut:

1×3=3
3 x 1 = 1 + 1 + 1

Maknanya berbeda meski hasilnya sama. Coba kalian terapkan pada kehidupan sehari-hari. Jika kalian diminta dokter meminum obat dengan dosis 1 x 3 maka maknanya adalah kalian harus meminum obat tersebut 1 kali saja sebanyak 3 tablet sekaligus!

Coba dosisnya diubah menjadi 3 x 1. Makna dosis obat tersebut adalah 1 tablet diminum pagi, 1 tablet diminum siang dan 1 tablet lagi diminum malam hari.

Sederhana bukan???!!.. yuk pahami filsafatnya, maka matematika menjadi mudah dan menyenangkan..!!

Farida amalia GID008029 MIPA MATEMATIKA        

    
 

    

18
Jun
11

DAERAH INTEGRAL

PEMBAGI NOL

Definisi:

Misalkan R suatu ring (gelanggang) dan maka

  • a disebut elemen pembagi nol kiri jika sehingga ab = 0

 

  • a disebut elemen pembagi nol kanan jika sehingga ba = 0

jadi dapat disimpulkan, pembagi nol adalah jika pada suatu ring R, dan sehingga ab = ba= 0

 

a disebut elemen bukan pembagi nol jika atau

apabila R mempunyai elemen satuan e, maka e bukan pembagi nol, karena

 

Teorema:

Jika a dan b bukan pembagi nol ring R maka ab bukan pembagi nol.

Bukti:

Diberikan a dan b bukan pembagi nol. Akan dibuktikan ab bukan pembagi nol.

Andaikan ab merupakan pembagi nol (kiri), maka terdapat

sedemikian sehingga (ab)c = 0.

Tetapi (ab)c = a (bc)

Karena a bukan pembagi nol dan a(bc) = 0 maka bc = 0.

Karena b bukan pembagi nol dan bc = 0 maka c = 0.

Kontradiksi dengan pengandaian bahwa .

Maka pengandaian salah, jadi c haruslah 0 yang berarti ab bukan pembagi nol.

 

HUKUM PEMBATALAN

Teorema:

Jika D adalah daerah integral dan .

Bukti:

Diberikan

ab = ac

ab – ac = 0

a ( b – c ) = 0    karena , maka

b – c = 0

b = c

bukti di atas merupakan hukum pembatalan kiri.

Karena perkalian bersifat komutatif dalam suatu daerah integral,

maka hukum pembatalan kiri ekuivalen dengan hukum pembatalan kanan.

Hukum pembatalan kanan:

Jika dan ba = ca maka b = c.

Diberikan

ba = ca

ba – ca = 0

( b – c ) a = 0    karena , maka

b – c = 0

b = c

 

DAERAH INTEGRAL

Definisi :

Suatu ring komutatif yang tidak mempunyai pembagi nol disebut daerah integral atau integral domain.

 

Suatu struktur aljabar dengan 2 operasi biner (R, +, .)dikatakan suatu daerah integral bila:

  • tertutup terhadap penjumlahan ( R, + ) dan perkalian ( R, . )
  • komutatif terhadap penjumlahan ( R, + ) dan perkalian ( R, . )
  • assosiatif terhadap penjumlahan ( R, + ) dan perkalian ( R, . )
  • tidak punya pembagi nol
  • punya unsur identitas pada penjumlahan ( R, + ) dan perkalian ( R, . )
  • punya invers atau balikan pada penjumlahan ( R, + )
  • distributif perkalian terhadap penjumlahan

KARAKTERISTIK GELANGGANG

Definisi:

R adalah gelanggang jika terdapat bilangan bulat positif terkecil n dimana n.a = 0, maka n dikatakan karakteristik gelanggag R.

Jika tidak terdapat maka dikatakan berkarakteristik 0.

 

KARAKTERISTIK DAERAH INTEGRAL

Teorema:

Jika D suatu daerah integralmaka karakteristik D adalah 0 atau suatu bilangan prima.

Bukti:

Anggap bahwa karakteristik D adalah n dimana

Diberikan e adalah suatu unsur pada D, kita harus punya n > 1

Akan dibuktikan bahwa n prima.

Berdasarkan kontradiksi n tidak prima

n = r . s , , 1 < r < n dan 1 , s < n

n . e = 0 ↔      ( r . s ) e = 0

        ( r e ) ( s e ) = 0

(r e ) dan ( s e ) adalah pembagi nol pada D, jadi n haruslah prima.

13
Jun
11

BATIK FRAKTAL : KOLABORASI ANTARA SAINS DAN SENI

Batik dan fraktal adalah dua konsep yang berbeda. Batik merupakan suatu kesenian sedangkan fraktal adalah suatu konsep matematika yang berbicara tentang iterasi dan self-similarity. Kombinasi keduanya menghasilkan suatu konsep baru yaitu batik fraktal, suatu konsep penciptaan desain batik menggunakan fraktal. Penggunaan fraktal pada batik bukanlah suatu kebetulan. Hariadi (2007) berhasil membuktikan bahwa batik pada dasarnya mengandung fraktal, pembuktian ini dilakukan dengan menganalisis dimensi fraktkal batik menggunakan metode box-counting dan transformasi fourier. Secara umum, dimensi didefinisikan sebagai berikut:

(1)

Jika Z adalah gambar dengan ukuran M x N dengan nilai untuk setiap pixel-nya adalah , maka Transformasi Forier Z adalah:

(2)

(3)

Nilai dari tiap pixel didefinisikan dengan nilai G:

(4)


Nilai untuk tiap-tiap W dikelompokkan dalam parameter sudut m dan jarak n dengan koorinat sehingga diperoleh:

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

Langkah selanjutnya adalah mendefinisikan pola batik untuk membangkitkan desain batik sebagai berikut:

Didefinisikan Batik B : {ornament utama, isen}

Rapport adalah unit terkecil dari pola atik. Sehingga jika rapport dapat terbentuk maka pola lengkap dari batik telah selesai. Misalkan G adalah suatu geometri dasar, Г adalah suatu aturan yang mentransformasi g menjadu ornament O dari suatu batik.

Г (g ) = O

Г : g O

Misalkan F adalah algoritma untuk mengubah G menjadi isen untuk ornament utama O

F (g,O ) = I

F : g X O I

Akibatnya, algoritma untuk menciptakan rapport dapat didefinisikan sebagai suatu cara untuk menempatkan isen pada ornament utama

R = R (O,I )

Sehingga untuk suatu pola batik yang terdiri dari beberapa rappor dengan pengaturan tertentu dapat ditulis sebagai

B =B (R)

Algoritma Г & F untuk menciptakan ornament utama O dan isen dibangkitkan dengan menggunakan L-System dan terdiri dari variable (V), symbol (S), axiom (ω) dan rule (P). secara formal dapat ditulis sebagai

G ={ V,S, ω,P}

Kehadiran fraktal pada batik telah menginspirasi Yun Hariadi, Muhamad Lukman dan Nancy Margaret untuk mengembangkan desain batik berdasarkan pola tradisional dan rumus fraktal. Salah satu produk unggulan mereka adalah software jBatik, sebuah software yang dirancang untuk membangkitkan motif batik menggunakan L-System.

Gambar 1    Tampilan jBatik v 2.0. panel sebelah kanan adalah tempat untuk menulis L-System

Beberapa contoh desain batik yang dibanggitkan menggunakan jBatik :


08
Jun
11

MEMPERBAIKI RODA PEREKONOMIAN NTB DENGAN METODE KONSUMEN SURPLUS DAN PRODUSEN SURPLUS UNTUK MENCAPAI KESEIMBANGAN PASAR

NAMA : MULYADI

NIM : G1D 008 018

  1. ANALISISI dan SINTESIS
    1. Analisis

      Menurut data di BPS (Badan Pusat Statistik) NTB di peroleh daftar harga barang sebagaimana ditunjukkan pada tabel 1 dan tabel 2 dan selengkapnya terlampir sebagai berikut:

      Tabel 1. Daftar harga barang di bidang peternakan (data analisis fungsi permintaan)

No

Nama Barang

Harga satuan (Rp)

keterangan

Th 2006

Th 2007

 

Kerbau lumpur jantan

2.700.000

2.350.000

Tinggi 90-110

 

Kerbau lumpur betina

2.500.000

2.050.000

Tinggi 105-110

 

Ternak kuda jantan

37.000

32.750

Biaya karantina

 

Ternak kambing lokal jantan

13.000

12.500

Biaya pengangkutan

 

Tternak kambing kacang betina

420.000

310.000

 
 

Alat beternak

4.500

3.825

Venoject tube 10 ml

   

2.500

1.375

Venoject holder

 

Alat beternak

75.000

62.600

Spuit europlex

 

Bahan –bahan

10.000

6.000

aquades

 

Bahan-bahan

9.500

7.000

Rodaton 100 ml

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2008

 

Tabel 2. Daftar harga barang di bidang peternakan (data analisis fungsi penawaran)

No

Nama barang

Harga satuan (Rp)

keterangan

Th 2006

Th 2007

 

Ternak sapi bali jantan

2.500.000

2.825.000

 
 

Ternak kuda jantan

1.850.000

2.000.000

 
 

Ternak kuda jantan

4.000

5.250

pemeliharaan

 

Ternak kambing lokal jantan

1.000

2.000

Biaya pemeliharaan

 

Ternak kambing kacang jantan

350.000

360.000

 
 

Alat vaksinasi SE dan anthrak

53.750

57.500

Spuit europlex

 

Alat vaksinasi SE dan anthrak

110.000

111.975

Thermos es

 

panto vitamin injektion

22.500

30.000

 
 

Vaksin SE

1’250

1.350

 
 

Alkohol 70%

33.250

35.000

 

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Dengan menggunakan estimasi penjualan 1000 pertahunnya dan peningkatan sebesar 500 tiap tahunnya di peroleh beberapa fakta yang terjadi selama satu tahun sebagaimana yang ditunjukkan hasil analisis dengan integral sebagai berikut:

  • Tingkat Kepuasan Produsen dan Konsumen Pada Hewan Ternak

    Penyusunan persamaa fungsi permintaan dengan sampel kerbau lumpur jantan pada tabel 1


Penyusunan persamaa fungsi penawaran dengan sampel Sapi Bali Jantan pada tabel 2.


Titik seimbang, yaitu jumlah barang yang diminta (Qd) pada fungsi permintaan sama dengan jumlah barang yang ditawarkan Qspada fungsi penawaran dan biasa dinotasikan dengan Qd=Qs





  • Analisis Keseimbangan Konsumen dan Produsen Pada Alat-Alat Pendukung Peternakan

    Dalam hal ini digunakan sampel berupa Spuit Europlexs 1 dan Spuit Europlex 2

    Spuit Europlex 1 dalam pencarian fungsi permintaan


 

 


Menentukan fungsi penawaran

Spuit europlex 2 dalam pencarian fungsi penawaran



 


Menentukan Q0 terlebih dahulu, jika po(harga keseimbangan)= 59.946, dengan substitusi po=p,maka diperoleh



 

 

  • Analisis Sampel Penjualan Obat-Obaan Hewan Ternak

    Dalam hal ini, diambil sampel Rodaton 100ml dan Ronto Injektion dengan ketentuan yang telah tergambar pada data BPS yang ditunjukkan oleh tabel 1 dan 2 sebagai berikut

Rodaton 100ml sebagai variabel menentukan fungsi permintaan


 

Variabel penentuan fungsi permintaan dari variabel ronto V. Injektion




Menentukan Q0 terlebih dahulu, jika po(harga keseimbangan)= 12.750, dengan substitusi po=p,maka diperoleh


PRODUSEN SURPLUS (PS)


 


  1. Pembahasan (sintesis)

    Sampel yang diambil dari BPS dari sekian bayak data yang ada terbagai dalam dua priode tahun, yaitu tahun 2006 dan tahun 2007. dari hasil analisis data tersebut 10 sampel diambil dengan ketentuan harga yang menurun akan di gunakan untuk memformulasiakn fungsi permintaan dan data yang mengalami peningkatan akan dimanipulasi dalam pembentukan formulasi fungsi penawaran. Ketika kedua fungsi tersebut telah ditemukan maka dengan lagoritma sederhana dapat ditentukan harga keseimbangannya yang kemudian bisa dipergunakan untuk mencari harga awal dalam tiitk keseimbangan yang kemudian dibentuk dengan formulasi yang telah diperoleh untuk mendapatkan nilai surplus konsumen pada fungsi permintaan dan surplus produsen pada fungsi penawaran dengan demikian bisa diberikan suatu kesimpulan dari analisis data sebagai berikut:

    1. Dari hasil analisis konsumen surplus dan produsen surpluspada hewan terna, ternyata masyarakat NTB di tahun 2006-2007 telah menerapkan kedua metode tersebut dan terlihat kepuasan yang diperoleh konsumen sedikit lebih banyak dari kepuasan yang diperoleh produsen artinya ditahun-tahun berikutnya jumlah penjualan hewan ternak akan mengalami peningkatan , lebih khususnya lagi kerbau lumpur dan sapi bali. Lebih besarnya CS=461.385.459,53 > ps=428.429.355,29 dengan perbandingan 1.0769, artinya sebesar 1.0769 kepuasan yang lebih banyak di peroleh oleh konsumen dan bisa diperkirakan jika keadaan seperti ini ditetapkan penjualan dan pembelian hewan ternak akan tetap lancar, akan tetapi jika produsen mau bisa meningkatkan harga hewan ternaknya sebesar 1,0769/428.429.355 kali 100% maka tidak akan mempengaruhi permintaan masyarakat dalam menurunkan harga.
    2. Berdasarkan hasil analisis pemanfaatan alat peternakan didapatkan Konsumen surplus lebih banyak dari produsen surplus, yaitu ps= 12. 505.726    > CS= 96.067.745,6, dan dari data ini akan ada penurunan produksi dari produsen karena jumlah permintaan dari konsumen semakin banyak, akan tetapi harga yang diminta sangat rendah, sehingga akan ada pengurangan jumlah produksi barang untuk meningkatkan harga pasar hingga tercapai titik seimbang antara konsumen dan produsen. Alternatif lainnya produsen sedikit meningkatkan harga tanpa harus mengurangi produksi barang, riilnya sebesar perbandingan antara cs/ps=7,681. Atau selisih keduanya sebesar 83.562019/108.573.471 kali 100%=76,69%, jika tetap dipertahankan keadaan yang demikian di pasar maka akan terjadi ketidak seimbangan antara produsen dan konsumen yang kedepannya akan menimbulkan kecenderungan dari para produsen untuk tidak mau menjual barangnya atau akan meningkatkan harga sampai batas toleransi 76,69% dari harga sebenarnya. Dengan demikian akan terjadi keseimbangan pasar yang mengakibatkan jumlah alat-alat peternakan yang terjual selanjutnya akan meningkat, tetapi jumlah produksi konsumen terbatas. Akan tetapi lain halnya jika peningkatan harga yang dilakukan oleh produsen maka yang terjadi konsumen sedikit mengurangi pembelian tapi tidak memengaruhi perekonomian. Baru disini akan terjadi keseimbangan pasar dalam lingkup alat-alat peternakan.
    3. Berdasarkan perhitungan pada sampel obat-obatan peternakan diperoleh surplus konsumen lebih kecil dari surplus produsen, yaitu
      > CS= 306.250 Artinya kepuasan yang diperoleh oleh para produsen terlalu banyak, ini dikarenakan peningkatan harga dan pelayanan yang menandakan sekadarnya akan tetapi karena kebutuhan mendesak sehingga konsumen harus rela membelinya walaupun kepuasannya atau haknya sebagai konsumen belum di peroleh sepuasnya. Oleh karena itu, di tahun berikutnya permintaan konsumen atas obat-obatan akan mengalami penurunan 3 kali lipat bila pelayanan dan harga tetap dinaikkan tiap tahunnya. Ini bisa dilihat dari perbandingan konsumen surplus dengan produsen surplus, yaitu:1/3. Atau sekitar 612.500/1.225.000kali100%=50% . untuk mencapai keseimbangan pasar maka produsen harus mengurangi harga aslinya sekitar 50% dari harga aslinya dalam jangka waktu satu tahun. Jika pun tidak akan berdampak pada jumlah permintaan konsumen akan sedikit dan penawaran yang akan merosot bahkan kurang dari setengah dari harga aslinya.

       

       

       

       

       

       

     

Simpulan

  1. Penurunan jumlah daya beli masyarakat pada barang tertentu dikarenakan harga yang terlalu tinggi diterapkan oleh konsumen
  2. Pengurangan jumlah produksi barang disebabkan karena penawaran konsumen yang terlalu rendah yang berdampak pada peningkatan harga barang
  3. Titik keseimbangan pasar terjadi pada saat cs=ps
  4. Jika ps>cs maka diseimbangkan dengan penurunan harga barang bagi produsen dan penurunan permintaan barang oleh konsumen
  5. Jika ps<cs maka keseimbangan pasar akan terjaid apabila produsen mengurangi produksi barang atau meningkatkan harga brang sampai batas toleransi dari daya beli masyarakat
  6. Keseimbangan pasar bisa diwujudkan dengan dua kemungkinan dari no.4dan 5 , maka dengan menerapkan pendekatan konsuemn surplus dan konsumen surplus di tahu berikutnya bisa terjadi keseimbangan pasar yang berdampak pada kelancaran arus perekonomian NTB.
06
Jun
11

MEMPERBAIKI RODA PEREKONOMIAN NTB DENGAN METODE SURPLUS KONSUMEN DAN SURPLUS PRODUSEN UNTUK MENCAPAI KESEIMBANGAN PASAR

MEMPERBAIKI RODA PEREKONOMIAN NTB DENGAN METODE SURPLUS KONSUMEN DAN SURPLUS PRODUSEN UNTUK MENCAPAI KESEIMBANGAN PASAR

(MULYADI (G1D 008 018))

 

  1. ANALISISI dan SINTESIS
    1. Analisis

      Menurut data di BPS (Badan Pusat Statistik) NTB di peroleh daftar harga barang sebagaimana ditunjukkan pada tabel 1 dan tabel 2 dan selengkapnya terlampir sebagai berikut:

      Tabel 1. Daftar harga barang di bidang peternakan (data analisis fungsi permintaan)

No  

Nama Barang  

Harga satuan (Rp) 

keterangan 

Th 2006 

Th 2007 

 

Kerbau lumpur jantan 

2.700.000 

2.350.000 

Tinggi 90-110

 

Kerbau lumpur betina  

2.500.000 

2.050.000 

Tinggi 105-110

 

Ternak kuda jantan 

37.000

32.750 

Biaya karantina

 

Ternak kambing lokal jantan 

13.000 

12.500 

Biaya pengangkutan

 

Tternak kambing kacang betina 

420.000 

310.000 

 
 

Alat beternak  

4.500 

3.825 

Venoject tube 10 ml

   

2.500 

1.375 

Venoject holder

 

Alat beternak  

75.000 

62.600 

Spuit europlex

 

Bahan –bahan  

10.000 

6.000 

aquades

 

Bahan-bahan 

9.500 

7.000 

Rodaton 100 ml

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2008

 

Tabel 2. Daftar harga barang di bidang peternakan (data analisis fungsi penawaran)

No 

Nama barang  

Harga satuan (Rp) 

keterangan

Th 2006 

Th 2007 

 

Ternak sapi bali jantan 

2.500.000 

2.825.000 

 
 

Ternak kuda jantan 

1.850.000 

2.000.000 

 
 

Ternak kuda jantan 

4.000 

5.250 

pemeliharaan 

 

Ternak kambing lokal jantan 

1.000

2.000 

Biaya pemeliharaan 

 

Ternak kambing kacang jantan

350.000 

360.000 

 
 

Alat vaksinasi SE dan anthrak 

53.750 

57.500 

Spuit europlex 

 

Alat vaksinasi SE dan anthrak 

110.000 

111.975 

Thermos es  

 

panto vitamin injektion 

22.500 

30.000 

 
 

Vaksin SE 

1’250 

1.350 

 
 

Alkohol 70% 

33.250 

35.000 

 

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Dengan menggunakan estimasi penjualan 1000 pertahunnya dan peningkatan sebesar 500 tiap tahunnya di peroleh beberapa fakta yang terjadi selama satu tahun sebagaimana yang ditunjukkan hasil analisis dengan integral sebagai berikut:

  • Tingkat Kepuasan Produsen dan Konsumen Pada Hewan Ternak

    Penyusunan persamaa fungsi permintaan dengan sampel kerbau lumpur jantan pada tabel 1

Dik :                

            

Dit: f(Q)=P….?

Solusi

    



                (fungsi permintaan)

Penyusunan persamaa fungsi penawaran dengan sampel Sapi Bali Jantan pada tabel 2.

Dik:         

        

Dit: f(Q)=P….?

Solusi



                    (fungsi penawaran)

 

Titik seimbang, yaitu jumlah barang yang diminta () pada fungsi permintaan sama dengan jumlah barang yang ditawarkan pada fungsi penawaran dan biasa dinotasikan dengan

dan






P= 2.596.296,2963

 

SURPLUS KONSUMEN (CS)



= f(Q)

Menentukan Q0 terlebih dahulu, jika po(harga keseimbangan)= 2.596.296,2963, dengan substitusi po=p,maka diperoleh



Q=1148,148

 


CS=1148,148=461.385.459,53

 

SURPLUS PRODUSEN (PS)



= f(Q)







  • Analisis Keseimbangan Konsumen dan Produsen Pada Alat-Alat Pendukung Peternakan

    Dalam hal ini digunakan sampel berupa Spuit Europlexs 1 dan Spuit Europlex 2

    Spuit Europlex 1 dalam pencarian fungsi permintaan

Dik :                

        

Dit: f(Q)=P….?

Solusi

 



            (fungsi permintaan)

 

Menentukan fungsi penawaran

Spuit europlex 2 dalam pencarian fungsi penawaran

Dik :            


Dit: f(Q)=P….?

Solusi



                (fungsi penawaran)

 

Memformulasikan fungsi keseimbangan

dan






P=59.946

SURPLUS KONSUMEN (CS)



= f(Q)

Menentukan Q0 terlebih dahulu, jika po(harga keseimbangan)= 59.946, dengan substitusi po=p,maka diperoleh



Q=1607


CS= 96.067.745,6

 

SURPLUS PRODUSEN (PS)



= f(Q)







  • Analisis Sampel Penjualan Obat-Obatan Hewan Ternak

    Dalam hal ini, diambil sampel Rodaton 100ml dan Ronto Injektion dengan ketentuan yang telah tergambar pada data BPS yang ditunjukkan oleh tabel 1 dan 2 sebagai berikut

Rodaton 100ml sebagai variabel menentukan fungsi permintaan

Dik :                


 

Dit: f(Q)=P….?

Solusi


 


(fungsi permintaan)

 

Variabel penentuan fungsi permintaan dari variabel ronto V. Injektion

Dik :                

        

 

Dit: f(Q)=P….?

Solusi


 


                (fungsi penawaran)

Memformulasikan fungsi keseimbangan

dan






P=12.750                     (p0= harga keseimbangan)

 

 

 

 

SURPLUS KONSUMEN (CS)



= f(Q)

Menentukan Q0 terlebih dahulu, jika po(harga keseimbangan)= 12.750, dengan substitusi po=p,maka diperoleh



Q=350


CS= 306.250

 

SURPLUS PRODUSEN (PS)



= f(Q)



350



  1. Pembahasan (sintesis)

    Sampel yang diambil dari BPS dari sekian bayak data yang ada terbagai dalam dua priode tahun, yaitu tahun 2006 dan tahun 2007. dari hasil analisis data tersebut 10 sampel diambil dengan ketentuan harga yang menurun akan di gunakan untuk memformulasiakn fungsi permintaan dan data yang mengalami peningkatan akan dimanipulasi dalam pembentukan formulasi fungsi penawaran. Ketika kedua fungsi tersebut telah ditemukan maka dengan lagoritma sederhana dapat ditentukan harga keseimbangannya yang kemudian bisa dipergunakan untuk mencari harga awal dalam tiitk keseimbangan yang kemudian dibentuk dengan formulasi yang telah diperoleh untuk mendapatkan nilai surplus konsumen pada fungsi permintaan dan surplus produsen pada fungsi penawaran dengan demikian bisa diberikan suatu kesimpulan dari analisis data sebagai berikut:

    1. Dari hasil analisis konsumen surplus dan produsen surpluspada hewan terna, ternyata masyarakat NTB di tahun 2006-2007 telah menerapkan kedua metode tersebut dan terlihat kepuasan yang diperoleh konsumen sedikit lebih banyak dari kepuasan yang diperoleh produsen artinya ditahun-tahun berikutnya jumlah penjualan hewan ternak akan mengalami peningkatan , lebih khususnya lagi kerbau lumpur dan sapi bali. Lebih besarnya CS=461.385.459,53 > ps=, dengan perbandingan 1.0769, artinya sebesar 1.0769 kepuasan yang lebih banyak di peroleh oleh konsumen dan bisa diperkirakan jika keadaan seperti ini ditetapkan penjualan dan pembelian hewan ternak akan tetap lancar, akan tetapi jika produsen mau bisa meningkatkan harga hewan ternaknya sebesar 1,0769/428.429.355 kali 100% maka tidak akan mempengaruhi permintaan masyarakat dalam menurunkan harga.
    2. Berdasarkan hasil analisis pemanfaatan alat peternakan didapatkan Konsumen surplus lebih banyak dari produsen surplus, yaitu
      CS= 96.067.745,6, dan dari data ini akan ada penurunan produksi dari produsen karena jumlah permintaan dari konsumen semakin banyak, akan tetapi harga yang diminta sangat rendah, sehingga akan ada pengurangan jumlah produksi barang untuk meningkatkan harga pasar hingga tercapai titik seimbang antara konsumen dan produsen. Alternatif lainnya produsen sedikit meningkatkan harga tanpa harus mengurangi produksi barang, riilnya sebesar perbandingan antara cs/ps=7,681. Atau selisih keduanya sebesar 83.562019/108.573.471 kali 100%=76,69%, jika tetap dipertahankan keadaan yang demikian di pasar maka akan terjadi ketidak seimbangan antara produsen dan konsumen yang kedepannya akan menimbulkan kecenderungan dari para produsen untuk tidak mau menjual barangnya atau akan meningkatkan harga sampai batas toleransi 76,69% dari harga sebenarnya. Dengan demikian akan terjadi keseimbangan pasar yang mengakibatkan jumlah alat-alat peternakan yang terjual selanjutnya akan meningkat, tetapi jumlah produksi konsumen terbatas. Akan tetapi lain halnya jika peningkatan harga yang dilakukan oleh produsen maka yang terjadi konsumen sedikit mengurangi pembelian tapi tidak memengaruhi perekonomian. Baru disini akan terjadi keseimbangan pasar dalam lingkup alat-alat peternakan.
    3. Berdasarkan perhitungan pada sampel obat-obatan peternakan diperoleh surplus konsumen lebih kecil dari surplus produsen, yaitu
      > CS= 306.250 Artinya kepuasan yang diperoleh oleh para produsen terlalu banyak, ini dikarenakan peningkatan harga dan pelayanan yang menandakan sekadarnya akan tetapi karena kebutuhan mendesak sehingga konsumen harus rela membelinya walaupun kepuasannya atau haknya sebagai konsumen belum di peroleh sepuasnya. Oleh karena itu, di tahun berikutnya permintaan konsumen atas obat-obatan akan mengalami penurunan 3 kali lipat bila pelayanan dan harga tetap dinaikkan tiap tahunnya. Ini bisa dilihat dari perbandingan konsumen surplus dengan produsen surplus, yaitu: . Atau sekitar 612.500/1.225.000kali100%=50% . untuk mencapai keseimbangan pasar maka produsen harus mengurangi harga aslinya sekitar 50% dari harga aslinya dalam jangka waktu satu tahun. Jika pun tidak akan berdampak pada jumlah permintaan konsumen akan sedikit dan penawaran yang akan merosot bahkan kurang dari setengah dari harga aslinya.

 

Simpulan

  1. Penurunan jumlah daya beli masyarakat pada barang tertentu dikarenakan harga yang terlalu tinggi diterapkan oleh konsumen
  2. Pengurangan jumlah produksi barang disebabkan karena penawaran konsumen yang terlalu rendah yang berdampak pada peningkatan harga barang
  3. Titik keseimbangan pasar terjadi pada saat cs=ps
  4. Jika ps>cs maka diseimbangkan dengan penurunan harga barang bagi produsen dan penurunan permintaan barang oleh konsumen
  5. Jika ps<cs maka keseimbangan pasar akan terjaid apabila produsen mengurangi produksi barang atau meningkatkan harga brang sampai batas toleransi dari daya beli masyarakat
  6. Keseimbangan pasar bisa diwujudkan dengan dua kemungkinan dari no.4dan 5 , maka dengan menerapkan pendekatan konsuemn surplus dan konsumen surplus di tahu berikutnya bisa terjadi keseimbangan pasar yang berdampak pada kelancaran arus perekonomian NTB.

 

02
Jun
11

Parse Tree

Dalam menerjemahkan bahasa asing ke dalam bahasa kita, sering terjadi keambiguan pada maknanya. Untuk menghindari keambiguan tersebut kita harus memahami akan kedudukan dari setiap kata yang menyusunnya. Sedemikian hingga kita dapat lebih memahami makna dari kalimat tersebut.

Parse tree adalah salah satu aplikasi dari pohon m-ary yang diaplikasikan pada ilmu bahasa, yaitu dalam menurunkan kalimat menjadi bagian-bagian yang menyusunnya (SPOK). Tidak hanya sebatas itu, bagian dari SPOK juga diuraikan menjadi kata-kata yang menyusunnya. Penurunan atau penguraian kalimat ini disajikan dalam bentuk pohon m-ary. Inilah salah satu hubungan ilmu matematika dengan ilmu bahasa.

Contoh:

a. Dalam Bahasa Indonesia

Ariel membaca buku Aljabar di perpustakaan

Dengan parse tree-nya sebagai berikut

Parse tree dari kalimat tersebut merupakan pohon 4-ary, karena memiliki empat buah anak.

b. Dalam Bahasa Arab

يَشْتَرى غُلاَمُ زَيْد الْمَلاَبسَ في السوْق

Dengan parse tree-nya sebagai berikut.

Parse tree dari kalimat tersebut merupakan pohon 4-ary, karena memiliki empat buah anak.

c. Dalam Bahasa Inggris

The man will express his love to you

Dengan parse tree-nya sebagai berikut.

Parse tree dari kalimat tersebut merupakan pohon 3-ary, karena memiliki tiga buah anak.

posted by Arif Firmansyah/G1D 008 003

01
Jun
11

BAB 11 GELANGGANG

GELANGGANG

Untuk setiap a,b,c anggota R berlaku a(b+c) = ab+ ac atau (a + b)c = ac + bc Definisi gelannggang:

Gelanggang adalah system matematika yang melibatkan 2 operasi ( R,+,x).

(R,+,x) dikatakan gelanggang jika memenuhi :

  1. (R,+) membentuk grup komutatif.

    Untuk setiap a,b anggota R berlaku a+b = b+a

  2. (R,x) bersifat assosiatif .

    Untuk setiap a,b,c anggota R berlaku (ab)c = a(bc)

    Dan terdapat unsure perkalian 1 R yang berbeda dari 0 bersifat a1=a1=a.

  3. (R,+,x) bersifat distributive

     

     

Ada beberapa istilah yang berkaitan dengan Z6,Z,Q yaitu

 

Gelanggang komutatif. Gelanggang R=(R,+,x) yang memenuhi sifat komutatif. ab=ba ,a dan b anggota R.

 

Daerah integral.gelanggang komutatif D=(D,+,x) yang tidak memuat pembagi nol,yaitu untuk unsur a dan b di D memenuhi ab=0 berlaku a=0 atau b=0.

 

Lapangan .gelanggang komutatif L=(L,+,x) Yang memuat balikan untuk setiap unsur yang tak nol ,yaitu untuk aL dan a≠0 terdapat L yang memenuhi =1

 

IDEAL

Definisi:

Misalkan R=(R,+x) suatu gelanggang .sub himpunanan I subset R disebut ideal kiri(ideal kanan) jika:

    1.terhadap operasi tambah (I,+) membentuk subgrup dari (R,+)

    2.untuk setiap x I dan r R maka berlaku rx Ixr I

Sifat 1.1

Misalkan I suatu subhimpunan tak hampa dari gelanggang R. maka I suatu ideal kiri(ideal kanan) jika dan hanyajika untuk setia[p unsur x dan y di I dan r R berlaku x+y I dan rx I(xr I).

Bukti:

Jika I suatu ideal,menurut definisi di atas jelas berlaku x+y I dan rx I(xr I)

Sebalik nya ,misalkan berlaku x+y I dan ry I(yr I) untuk semua x,y I dan r R.dalam hal ini cukup di buktikan x-y I.

Pilih r=-1 maka y+(-y)=1y+(-1)y=(1-1)y=0y=0

Hubungan ini memberikan (-1(y=-y dengan cara yang sejalan di [eroleh y(-1)=-y.dengan demikian diperoleh x-y=x+(-1)y I,yang menunjukan (I,+) merupakan subgrup dari (R,+).

HOMOMORFISMA GELANGGANG

DEFINISI:

misalkan R dan S adalah gelanggang.

α=pemetaan dari R ke S disebut homomorfisma gelanggang jika untuk setiap unsur a dan b di R berlaku:

    1.α(a+b)=α(a)+α(b)

    2.α(ab(=α(a)α(b)

    3.α()= dimana merupakan unsur kesatuan dari gelanggang R dan S.

 

 

Inti homomorfisma

Inti homomorfisma α:R→S di definisi kan sebagai subhimpunan unsur di gelanggang R yang di petakan oleh α menjadi 0. Yaitu

Inti (α)={rI r R,α(r) =0

Sifat:

Inti homomorfisma gelanggang α:R→S membentuk ideal dari R.

Bukti:

α(0)=0

maka inti (α)≠0.ambil unsur x dan y di Inti(α) dan r R.sehingga

α(x+y)=α(x)+α(y)=0

α(ry)=α(r)α(y)=0

α(xr)=α(x)α(r)=0

jadi kita pereoleh x+y,rx, dan xr di inti(α).itu artinya inti(α) membentuk ideal di R.

 

Gelanggang komutatif

Definisi 1

Suatu Ideal I dari gelanggang komutatif R dikatakan maksimal jika

  1. I ≠ R
  2. Jika J suatu ideal dari R yang memuat I dan berbeda dari I, maka J = R

Sesuai dengan fenomena yang berlaku pada lapangan bilangan rasional diatas, kita punya sifat berikut.

Sifat 1. Misalkan R suatu gelanggang komutatif. Maka R suatu lapangan jika dan hanya jika ideal nol bersifat maksimal.

Bukti :

Misalkan R suatu lapangan dan J suatu ideal dari R, J ≠ O. ( ideal nol {0} kita tandai dengan O) a J dan a ≠ 0.Maka kita punya J C{ ra l r R}. Karena R lapangan dan a ≠ 0, untuk r = a-1 kita punya 1 = a-1a J. jadi J = R. ini menunjukkan bahwa ideal nol O bersifat maksimal.

Sebaliknya, misalkan ideal nol O bersifat maksimal dan b R, b ≠ 0. Subhimpunan I = { rb | r R} membentuk ideal di R, dan I ≠ O. karena O ideal maksimal ,maka I = R. terdapat unsure c R yang memenuhi cb = 1. Maka b = 1/c. dengn kata lain , unsure b mempunyai balikan dan ini berlaku untuk semua unsur b R, b ≠ 0. Jadi R sebuah lapangan.

Berdasarkan sifat diatas kita ungkapkan lebih umum,yaitu untuk ideal yang tak perlu nol,dalam teorema berikut.

Teorema 1. Misalkan R suatu gelanggang komutatif dan I suatu ideal dari R. maka gelanggang kuosien R/I membentuk lapangan jika dan hanya jika I ideal maksimal.

Bukti :

Misalkan R/I lapangan dan J suatu ideal, I C J (artinya I C J dan I ≠ J ). Ambil unsur a R, a ≠ I dan pandang subhimpunan J' = { x + ra | x I dan r R}. Untuk unsur v1 dan v2 dan J', v1 = x1 + r1a dan v2 = x2 + r2a dengan x1,x2 di I dan r1,r2 di R, dan S R berlaku v1 + v2 = ( x1 + x2) + ( r1 +r2) a J'.Jadi J' suatu ideal dari R.

Unsur a bukan anggota dari I ekuivalen dengan mengatakan a R/I dan a ≠ 0. Karena R/I lapangan , terdapat ba= 1. Kita punya 1 = x + ba dengan x I dan b R.kita peroleh 1 = x + ba J' dan ini memberikan J' = R. akibatnya J = R. Jadi I suatu ideal maksimal di R.

Sebaliknya, misalkan I ideal maksimal. Ambil unsur a R/I yang bukan 0. Ini ekuivalen dengan mengatakan a bukan elemen dari I. seperti diatas, subhimpunan J' = { x + ra | x I dan r R}membentuk ideal di R, I C J dan I ≠ J, karena I ideal maksimal,kita peroleh J' = R. Terdapat unsur x I dan b R yang memenuhi x + ba = 1. Ini memberikan ba = 1. Jadi setiap a R/I ,a ≠ 0 memenuhi balikan dengan kata lain , R/I suatu lapangan.

Untuk karakteristik daerah integral kita perhatikan bahwa daerah integral tidak memuat pembagi nol. Misalkan D suatu daerah integral dan O menyatakan ideal nol. Untuk unsur a dan b di D yang memenuhi ab O senantiasa berlaku a O atau b O. berdasarkan fakta ini kita ketengaahkan definisi berikut

Definisi 2. Suatu ideal I dari gelanggang komutatif R dikatakan prim jika untuk unsure a dan b di R yang memenuhi ab I berlaku a I atau b I.

berkaitan dengan definisi 2 dan fakta diatas kita punya sifat berikut.

Sifat 2. Misalkan R suatu gelanggang komutatif. Maka R suatu daerah integral jika dan hanya jika ideal nol O bersifat prim.

Berdasarkan sifat diatas kita ungkapkan lebih umum dalam teorema berikut.

Teorema 2. Misalkan R suatu gelanggang komutatif dan I suatu ideal di R. maka gelanggang kuosien R/I suatu daerah integral jika dan hanya jika I ideal prim.

Bukti :

Misalkan R/I daerah integral. Selanjutnya , misalkan unsur a dan b di R memenuhi ab I. ab = 0. Maka a = 0 atau b = 0. Dengan kata lain a I atau b I. jadi I suatu ideal prim.

Sebaliknya, misalkan I ideal prim. Misalkan c dan d di R/I memenuhi cd = 0. Kita punya cd = 0 atau cd I. karena I ideal prim , maka berlaku c I atau d I ; dengan kata lain c = 0 atau d = 0. Jadi, R/I suau daerah integral.

Dari teorema 1 dan 2 mempunyai akibat seperti kita ketengahkan dalam sifat berikut.

Sifat 3. Setiap ideal maksimal dalam gelanggang komutatif senantiasa bersifat prim.

Bukti:

Misalkan R gelanggang komutatif dan I suatu ideal maksimal dari R. menurut teorema 1, gelanggang kuosien R/I suatu lapangan , jadi R/I juga suatu daerah integral. Menurut teorema 2, ideal I bersifat prim.

DAERAH INTEGRAL SECARA UMUM

Suatu Ring Komutatif yang tidak mempunyai pembagi nol disebut Integral

Domain (Daerah Intergral).

Untuk lebih jelas mengenai syarat-syarat dari Integral Domain

adalah sebagai berikut :

 

Definisi

Suatu struktur aljabar dengan dua operasi biner (R,+.) dikatakan suatu

Integral Domain (Daerah Integral) bila :

 

1. Tertutup terhadap penjumlahan (+)

Misalkan a dan b adalah anggota R,

maka a dan b tertutup bila a + b ÎR

2. Assosiatif terhadap penjumlahan (+)

Misalkan a,b,c Î R

maka (a + b) + c = a + (b + c)

3. Adanya unsur satuan atau identitas terhadap penjumlahan (+)

Misalkan a Î R

maka a + e = e + a = a

4. Adanya unsur balikan atau invers terhadap penjumlahan (+)

Misalkan a Î R

maka a + (-a) = (-a) + a = e = 0

5. Komutatif terhadap penjumlahan (+)

Misalkan a,b Î R

maka a + b = b + a

6. Tertutup terhadap perkalian (.)

Misalkan a dan b adalah anggota R,

maka a dan b tertutup bila a . b ÎR

7. Assosiatif terhadap perkalian (.)

Misalkan a,b,c Î R

maka (a.b).c = a.(b.c)

8. Adanya unsur satuan atau identitas terhadap penjumlahan (.)

Misalkan a Î R

maka a.e = e.a = a

9. Komutatif terhadap perkalian (.)

Misalkan a,b Î R

maka a . b = b . a

10. Tidak ada pembagi nol

Misalkan a,b Î R

Jika a.b = 0, maka a = 0 atau b = 0

11. Distributif perkalian (.) terhadap penjumlahan (+)

 

SUKU BANYAK

 

Salah satu sifat yang berkaitan dengan suku banyak F[x] kita punyai sift berikut

Sifat:

    Untuk setiap suku banyak f dan g di F [x] berlaku :

  1. Der (f + g) maks {der (f) , der (g)},
  2. Der (fg) = der (f) + der (g).

Bukti:

    Kasus pertama.

Salah satu f atau g adalh suku banyak nol. Misalkan f=0. Karena der(f) = -, maka kita punyai :

  1. Der (f + g) = der (g) = maks { der(f) ,der (g) }.
  2. Der (fg)= der (0) = -= – + der (g) = der (f) + der (g).

 

Kasus Kedua.

Suku banyak f dan g bukan suku banyak nol. Misalkan der (f) =m dan der (g) =n dengan mn. Selanjutnya, misalkan

f= dan g=

1.kita punyai

    f+g=.

Kita peroleh der (f + g) = n = maks {m,n}. Dalam hal m=n dan , kita peroleh der (f + g) <m = n =maks {m,n}. Jadi, untuk setiap suku banyak f dan g di F[x] berlaku:

    der (f + g)< maks {der (f),der(g)}.

2.kita punyai


Karena dan unsur tak nol di lapangan F.kita peroleh der (fg) = m+n = der (f) + der (g).

 

 

Terdapat definisi dimana suku banyak dikatakan tak tereduksi sebagai berikut:

Definisi:

    Suku banyak pF[x]dengan der (p) >0 dikatakan tak tereduksi jika tidak terdapat suku banyak a dan b di F [x] yang berderajat positif yang memenuhi p=ab.

    Menurut Definisi suku banyak berderajat 1 senantiasa tak tereduksi.Sukubanyak berderajat lebih besar dari 1 yang tidak memenuhi definisi di atas kita katakan tereduksi.

    Untuk keperluan ini suku banyak fF[x] kita tuliskan juga dengan tanda f(x).

Definisi :

    Misalkan f(x)F[x].Unsur αF disebut akar dari suku banyakf(x) jika f(α)=0.

Dari Definisi tersebut dapat kita katakana fakta berikut.

  1. Semua unsur α F adalah akar suku banyak nol.
  2. Suku banyak berderajat nol,yaitu suku banyak konstan yang bukan nol,tidak mempunyai akar.
  3. Sukubanyak berderajat 1 senantiasa mempunyai akar.`

 

LAPANGAN HASIL BAGI

Sifat 1 Relasi ̴padaDxD*suaturelasiekivalen.

Bukti

  1. Sifatrefleksif. Untukpasang (a,b) ЄDxD*senantiasaberlaku (a,b) ̴(a,b) karenaab=ab
  2. Sifatsimetri. Misalkan(a,b) dan (c,d) di DxD*memenuhi(a,b) ̴ (c,d). artinya ad=cb. Kita perolehcb=ab, atau(c,d)̴(a,b).
  3. Sifattransitif. Misalkanpasang(a,b),(c,d)dan (e,f) di DxD*dengan(a,b) ̴ (c,d)dan(c,d)̴(e,f). kitapunya ad=cbdancf=ed. Hubunganinimemberikan fad=fcb=edb, karena D suatudaerah integral dan f ≠ 0. Selanjutnya, karena b ≠ 0 kitaperolehaf=eb, atau(a,b) ̴(e,f).

    Dengandemikian, kitatelahtunjukkanbahwa ̴suaturelasiekivalen.

Definisi 1 Misalkan [a,b] dan[c,d]kelasekivalen di Q (D).

        [a,b] + [c,d] = [ad+cb,bd]

        [a,b][c,d] = [ac,bd].

    Hubungandalamdefinisi di atasditentukanolehwakil (a,b) dan (c,d) berturut-turutdarikelasekivalen[a,b] dan [c,d]. definisitersebutbaik, jikatidakbergantungpadawakilklasekivalen. Untukitukitaketengahkansifatberikut.

Sifat 2 Misalkan[a,b] = [a',b']dan[c,d] = [c',d'].maka

        (ad+cb,bd) = [a'd'+c'b',b'd'] ,

    [ac,bd]    =[a'c',b'd']

Bukti

Pasang (a,b) dan (a’,b’) mewakiliklasekivalen yang sama, artinya (a,b) ̴ (a’,b’ atauab’=a’b. jugakitapunyai (c,d) ̴ (c’,d’), atau cd’ = c’dkitaperoleh

    (ad+cb)b’d’ = adb’d’ + cbb’d’ =a’bdd’+c’dbb’

            = (a’d’ + c’b') bd.

Jadi (ad+cb,bd) ̴ (a’d’ +c’b',b’d'), atau[ad+cb,bd] = [a'd'+c'b',b'd']

Dengancara yang sejalankitaperoleh[ac,bd]=[a'c',b'd'].

Teorema 3 SistemQ(D),+,x) membentuksuatulapangan

BuktiI.TerhadapoperasitambahQ(D),+).

1a. sifatassosiatif.Misalkan [a,b], [c,d] dan [e,f] di Q(D). kitapunyai

    ([a,b]+[c,d])+[e,f] = [ad+cb,bd]+[e,f]

                =[(ad+cb)f+e(bd),(bd)f]

                =[a(df)+(cf+ed)b,b(df)]

    =[a,b][cf+ed,df]

    =[a,b]([c,d]+[e,f]).

1b. Sifatkomutatif.Misalkan [a,b] dan [c,d] di Q(D). kitapunyai

    [a,b] + [c,d]    = [ad + cb,bd]=[cb + da,db]

        = [c,d]+[a,b].

1c. Unsur nol. Pandang klasekivalen [0,1] Є Q(D) danmisalkan [a,b] Є Q(D). kitapunyai

    [a,b] + [0,1]    = [a.1 + 0b,b1] = [a,b],dan

    [0,1] + [a,b]    = [0b + a1,1b] = [a,b].

Jadi, terdapat [0,1] Є Q(D) ,unsurnol, dengansifat

    [a,b] + [0,1] = [0,1] + [a,b] = [a,b] untuksemua [a,b] Є Q(D)

1d. Unsurbalikan.Misalkan [a,b] Є Q(D)danpandangklasekivalen [-a,b] Є Q(D). kitapunyai

    [a,b] + [-a,b]    =[ab + (-a)b,b2] = [0,b2] = [0,1], dan

    [-a,b] + [a,b]    = [(-a)b + ab,b2] = [0,1]

    Jadi, untuksetiap [a,b] Є Q(D)terdapat [-a,b] Є Q(D) yang memenuhi

        [a,b] + [-a,b] = [-a,b] + [a,b] = [0,1],

Yaitu–[a,b] = [-a,b].

BuktiII. Terhadapoperasi kali (Q(D),X).

IIa.SifatAssosiatif diserahkan kepada pembaca

IIb.SifatKomutatif diserahkan kepada pembaca

IIc. Unsurkesatuan .pandang [1,1] Є Q(D), unsurkesatuan yang memenuhi

    [a,b][1,1] = [1,1] [a,b] = [a,b]

    Untuksemua [a,b] Є Q(D)

IId. unsurbalikan.Misalkan [a,b] Є Q(D) yang bukanunsurnol, yaitu [a,b] ≠ [0,1]. Hubungan yang terakhirinibenarjikadanhanyajika a≠0.Dengandemikan, kitapunyai [b,a] Є Q(D). selanjutnya, kitapunyai

        [a,b][b,a] = [b,a][a,b] = [1,1], yaitu [a,b]-1 = [b,a].

BuktiIII Sifatdistributife.Misalkan [a,b],[c,d] dan [e,f] di Q(D). terhadapoperasitambahdanoperasi kali secarabersama-sama, kitapunyai

        [a,b]([c,d]+[e,f])     = [a,b][cf+ed,df] = [a(cf+ed),b(df)]

            = [a(cf+ed)b,b(df)b}

            = [(ac)(bf)+(ae)(bd),(bd)(bf)]

            = [ac,bd]+[ae,bf]

            = [a,b][c,d]+[a,b][e,f]

    Dengandemikian, telahkitatunjukkanbahwasisten (Q(D),+,x) membentuksuatulapangan

Sifat 4 pengaitanφ : a → [a,1] untuksemua aЄ D mendefinisikanhomorfismagelanggangφ: D →Q(D) yang bersifatsatu-satu.

BuktiMisalkan a dan b unsur di D, Pengaitanφ : a → [a,1]untuksemuaaЄDmendefinisikanφ: D →Q(D). kitapunyaihubunganberikut:

  1. φ (a+b) = [a+b,1] = [a,1] + [b,1] = φ (a) +φ (b)
  2. φ (ab) = [ab,1] = [a,1][b,1] = φ(a)φ(b)
  3. φ(1) = [1,1], unsurkesatuan di Q(D)

     

    Inimenunjukkanbahwapemetaanφ: D →Q(D)suatuhomorfismagelanggang.

Selanjutnya, misalkanunsuraЄDmemenuhiφ (a) = [0,1]. Kita peroleh [a,1] = [0,1] artinya (a,1) ̴ (0,1), atau a=0. Jadiφ: D→Q(D) suatuhomorfismagelanggang yang bersifatsatu-satu

 

Untuk contoh soal : -gelanggang dan ideal klik di www.parzan07.wordpress.com

            -gelanggang komutatif klik di www.diansusanti09.wordpress.com

            -suku banyak klik di www.tomodachi07.wordpress.com

            -lapangan hasil bagi klik di www.laloemipa024.wordpress.com

NAMA KELOMPOK 11

  1. PARZAN (G1D007036)
  2. DIAN SUSANTI (G1D009016)
  3. DIAN ADITYA NUGRAHA (G1D007013)
  4. PRATOMO (G1D007037)
  5. LALU MASYHUDI (G1D007024)

            
 

    
 

 

 

        
 

 

 

 

 

 

 

 

 


 




1_502554913l

Stop Global Warming

Current CO2 Level in the Atmosphere

yang sudah mampir

  • 41,909 gamatika-ers

Kategori Tulisan

No Smoking

Lagi Online

Blog Rank

My Popularity (by popuri.us)

Arsip

 

June 2011
M T W T F S S
« May   Jul »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.